Kesehatan

Mindfulness Untuk Semua Usia: Bukan Hanya Untuk Orang Dewasa


cover
writer profile Nisrina Khairunnisa 06 September 2025

Pernahkah kamu merasa terjebak dalam rutinitas dengan kesibukannya di segala hal, tetapi kamu tetap merasa kosong? Meskipun hari-hari kamu penuh aktivitas seperti sekolah, bekerja, atau sekedar berkumpul bersama teman dan keluarga?

Dibalik kepadatan aktivitas yang kamu jalani itu, ternyata kamu seringkali lupa untuk benar-benar merasakan setiap momennya. Terutama saat momen itu berharga dalam hidupmu, hanya karena kamu sibuk mengejar hal-hal belum pasti di masa depan. Sehingga kamu kehilangan fokus dan tidak sepenuhnya hadir di kehidupanmu.

Harus kamu ketahui, saat kamu mengalami perasaan kosong tersebut, dengan melakukan mindfulness bisa menjadi jawaban yang tepat untuk membantu mengembalikan fokus dan menikmati hidupmu.

Istilah mindfulness adalah adaptasi untuk istilah Sati dalam bahasa Pali, dan Smrti dalam bahasa Sansekerta. Kata-kata ini biasanya diterjemahkan sebagai mindfulness dalam bahasa Inggris, dengan mengikuti terjemahan Pali dari T. W. Rhys David pada tahun 1881 yang menyatakan bahwa baik Sati dan Smrti, secara harfiah berarti mengingat.

Mindfulness dalam bahasa indonesia juga dikenal sebagai sebutan “kesadaran penuh” atau “penghayatan”, yang merupakan suatu keadaan kesadaran dimana seseorang dengan sengaja mengarahkan perhatian mereka pada momen sekarang tanpa menilai atau merenungkan masa lalu atau memikirkan masa depan.

Menurut American Psychological Association (APA) mendefinisikan mindfulness sebagai sebuah kesadaran dari kondisi internal seseorang dan memberikan pengaruh terhadap sekitarnya.

Secara keseluruhan, Mindfulness adalah perhatian dan kesadaran yang diarahkan kembali ke dalam diri dengan kendali penuh. Perhatian ini dapat menghubungkan kembali individu ke momen saat ini. Kesadaran ini mencakup kesadaran akan pikiran, emosi, dan sensasi fisik yang dirasakan.

Berdasarkan meta-analisis terkait mindfulness pada lingkungan pendidikan di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2024 menunjukan bahwa mindfulness memiliki efek positif secara signifikan dapat menurunkan tingkat kecemasan siswa dengan persentase 13,5% dan meningkatkan fokus maupun keterampilan sosial siswa sebesar 12% serta berdampak juga terhadap prestasi akademik yang meningkat sekitar 7%.

Salah satu manfaat utama dari mindfulness adalah kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan. Dengan melatih kesadaran penuh, seseorang dapat mengurangi kecenderungan untuk merespons secara otomatis terhadap pemicu stres atau kecemasan. Hal ini yang membantu orang tersebut untuk tetap merasa tenang saat menghadapi tekanan atau tantangan.

Manfaat lain dari mindfulness terlihat melalui latihan perhatian penuh, yang dapat meningkatkan kemampuan untuk fokus saat mengerjakan tugas. Mindfulness juga membantu mengurangi gangguan pikiran tidak relevan dan seringkali muncul akibat kebiasaan multitasking, terutama dalam penggunaan digital.

Latihan mindfulness akan membantu seseorang memperkuat kualitas hidup secara menyeluruh dengan melatih kesadaran penuh di setiap momen. Mindfulness mengajarkan cara menikmati hidup penuh makna melalui pikiran yang lebih jernih, emosi lebih seimbang, dan energi lebih terfokus. Selain itu, mindfulness juga membuka ruang untuk kesadaran diri dan membangun hubungan lebih baik dengan lingkungan sekitar.

Sehingga, mindfulness dapat membantu seseorang untuk memahami diri dengan lebih mendalam, mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, dan memperkuat kualitas hidup secara keseluruhan.

Pernah merasa susah fokus karena stres dan cemas yang terus menghantuimu? Ternyata kehadiran mindfulness bisa membantu kamu untuk melepaskan diri dari tekanan itu loh. Jika kamu penasaran bagaimana cara mindfulness melakukannya, kamu bisa diskusikan dengan ahlinya langsung. Baca artikel ini sampai habis ya untuk dapatkan informasinya.

Mindfulness memiliki peran penting di semua usia, terutama pada seseorang yang masih menempuh pendidikan dan berada dalam fase pertumbuhan mental, emosional, dan intelektual. Hal ini terlihat dari kepadatan rutinitas belajar, tekanan akademik, serta adanya pengaruh media sosial, sehingga membuat generasi muda seringkali mengalami stres, kecemasan dan kesulitan dalam mengelola fokus.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dengan mengikuti program mindfulness secara rutin selama 8 minggu dapat membantu siswa maupun mahasiswa untuk menurunkan tingkat stres secara signifikan dari rata-rata skor stres yang berkurang sekitar 36,4%.

Dari beberapa kondisi tersebut, mindfulness hadir sebagai pendekatan sederhana yang berdampak besar dalam memberikan bantuan pada seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang, sadar, dan seimbang melalui teknik seperti latihan sederhana pernapasan, perhatian penuh, serta pengelolaan emosi.

Sementara itu, bagi orang dewasa, peran mindfulness akan semakin penting tidak hanya dalam menjaga kestabilan emosi dengan kemampuan tetap tenang dan sadar saat menghadapi tekanan hidup yang lebih kompleks, tetapi juga untuk menciptakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.

Secara umum, menurut riset global menunjukkan bahwa program mindfulness terutama di tempat kerja dapat mengurangi stress hingga 30-40% yang sangat penting untuk produktivitas dan kesehatan mental pekerja. Dikarenakan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat stres di tempat kerja bisa mengurangi produktivitas sebesar 40% dengan karyawan yang mengalaminya akan lebih rentan merasakan burnout atau kelelahan mental.

Beberapa bentuk mindfulness yang paling mudah diterapkan oleh pelajar maupun pekerja adalah berupa teknik-teknis sederhana tanpa memerlukan perlengkapan khusus, seperti Mindful Breathing atau Pernapasan Sadar.

Teknik Mindful Breathing berfokus pada pernapasan dengan posisi duduk maupun berdiri yang nyaman, yaitu tarik napas dalam melalui hidung, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Biasanya teknik ini akan dilakukan saat seseorang merasa cemas, sehingga dapat membantu menenangkan dirinya.

Selain itu, terdapat teknik Single Tasking atau Fokus pada Satu Tugas yang berarti seseorang hanya akan mengerjakan satu pekerjaan atau aktivitas dalam satu waktu tanpa mencoba membagi perhatian ke tugas lain.

Fokus pada satu tugas sangat penting karena memungkinkan otak akan berkonsentrasi penuh, sehingga dapat meningkatkan kualitas kerja yang dihasilkan. Dengan teknik Single Tasking, seseorang akan lebih cepat menyelesaikan tugasnya tanpa merasa kelelahan secara mental, emosional, maupun fisik.

Serta, teknik lainnya yaitu Mindful Listening yang merupakan teknik mendengarkan dengan kesadaran penuh dan perhatian total pada saat berkomunikasi, tanpa harus terburu-buru memberikan tanggapan terhadap orang lain.

Teknik Mindful Listening dapat memperkuat kualitas interaksi karena lawan bicara merasa dihargai dan dimengerti, sehingga menghasilkan kepercayaan dan hubungan yang lebih erat. Teknik ini sangat bermanfaat, baik di lingkungan kelas maupun kantor, karena akan mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan kolaborasi, dan menciptakan komunikasi lebih efektif dan harmonis.

Ketika ingin menerapkan mindfulness secara konsisten, terdapat tantangan yang dapat memperhambat prosesnya seperti kesulitan untuk fokus akibat banyaknya distraksi di lingkungan sekitar. Hal ini membuat seseorang merasa mudah terganggu dan seringkali mengalihkan perhatiannya, sehingga praktik mindfulness menjadi kurang efektif.

Tidak hanya itu, keterbatasan waktu yang dimiliki seseorang juga menjadi hambatan utama untuk melakukan praktik mindfulness, terutama di tengah kesibukannya beraktivitas dengan berbagai tanggung jawab yang menuntut perhatiannya. Dari kesibukan itu membuat seseorang cenderung mengesampingkan praktik mindfulness meskipun tahu manfaatnya.

Serta, penggunaan gadget secara terus-menerus, seperti ponsel, tablet, maupun komputer juga seringkali membuat seseorang sulit untuk benar-benar hadir dan fokus di momen sekarang. Kondisi ini termasuk kebiasaan lama yang sulit diubah karena pola penggunaannya yang sulit dihindari, sehingga seseorang akan merasa terjebak dalam ketergantungan digital dan juga mempersulit pembentukan kebiasaan melakukan mindfulness.

Untuk mengatasi tantangan yang memperhambat proses praktik mindfulness bisa dilakukan dengan memulai latihan singkat selama 3-5 menit di setiap harinya, melalui fokus hanya pada napas atau sensasi tubuh, serta pikiran yang terjadi sekarang. Jika pikiran mulai terganggu, bawa kembali perhatiannya secara lembut tanpa menghakimi.

Mindfulness bukan untuk menghilangkan pikiran negatif dalam diri seseorang, melainkan untuk mengenali mereka sebagai bagian sementara dari pengalaman mental tanpa reaksi berlebihan.

Mindfulness mendorong kesadaran yang berpusat pada penerimaan penuh terhadap pengalaman mental dan memungkinkan seseorang akan merasakan hidup dengan lebih damai dan terhubung pada momen saat ini tanpa terbebani oleh reaksi impulsif terhadap pikiran dan emosi negatif.

Mindfulness bisa jadi langkah awal yang efektif untuk mengatasi perasaan stres dan cemas di kehidupanmu. Tapi, terkadang kita merasa bingung bagaimana untuk memulai menjalankannya agar bisa maksimal. Jangan biarkan kedua perasaan itu terus mengganggumu, kamu bisa melakukan diskusi dengan ahlinya dengan bertanya secara langsung melalui Live Streaming di media sosial.

Tahukah kamu? Kalau di era digital ini sangat memungkinan untuk kamu bisa bertanya pada psikolog tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali. Kamu bisa mengikuti kelas online bernama BISIKAN atau Bicara Asik Ala Berbinar yang hadir sebagai tempat untuk sharing session terkait psikologi hanya melalui Instagram Live.

Tidak perlu khawatir, BISIKAN juga akan hadir di YouTube dan Spotify dengan topik pembahasan yang sangat menarik dan pastinya akan relate dengan kehidupan sehari-hari. Jika kamu merasa ada ingin yang ditanyakan pada psikolog, kamu bisa ikuti terus BISIKAN, karena siapa tahu akan ada episode yang membahas mengenai Mindfulness.

Jangan sampai ketinggalan update terbaru dari kelas tersebut dengan kamu mengikuti media sosial kami https://www.instagram.com/berbinar.in/ dan http://www.youtube.com/@berbinar serta pastikan juga untuk selalu mengaktifkan notifikasinya ya. Selain itu, kamu bisa dapatkan informasi lebih lengkap mengenai BISIKAN ini melalui website kami di https://berbinar.in/produk/class/bisikan 

Sumber Referensi:

Putri, Ariska, et al. (2024) “Efektivitas Mindful Education dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mental, Prestasi Akademik, dan Keterampilan Sosial Siswa.” Academy of Social Science and Global Citizenship Journal 4.2.

Palupi, Eva. (2024). “Pentingnya Mindfulness untuk Mengatasi Stres pada Siswa di Sekolah dengan Sistem Boarding School.” Edu Research 5.4.

Sanjiwani, Anak Agung Sri., Ni Luh Khrisna Ratna Sari., dan Ni Wayan Yuli Anggreni. (2023). “Pendekatan Mindfulness Dalam Menjaga Kesehatan Mental.” Pekalongan: Penerbit NEM.

Purinusa, Jogar Sauma. (2023). “Panduan Mindfulness: Menemukan Ketenangan Dalam Hiruk Pikuk Kehidupan.” Yogyakarta: Hikam Media Utama.

Setiadi, Imam. (2016). “Psikologi Positif: Pendekatan Saintifik Menuju Kebahagiaan.” Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Siddik, Prasetyo. (2020). "Meniti Jalan Kembali: Mengelola Momentum Here and Now." Jombang: CV. Ainun Media.

Tanggapan & Komentar

Komentar (0)

Komentar (1)

Belum ada komentar.