Tahukah kamu? Tanpa kita sadari, di setiap harinya kita selalu merasakan berbagai macam emosi loh.
Apa sih emosi itu? Emosi merupakan perasaan yang seringkali kita temui sebagai bentuk respon saat berada di situasi tertentu yang saling berhubungan dengan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, emosi bisa dirasakan saat kita mendapat kabar baik atau buruk seperti pada kabar kehamilan yang akan terasa menyenangkan dan kabar kematian yang akan terasa menyedihkan serta pada situasi-kondisi tertentu lainnya. Karena itulah di setiap harinya, saat kita melakukan aktivitas apapun pasti selalu akan merasakan emosi.
Singkatnya, kata emosi berasal dari akar kata bahasa latin yaitu Movere atau Emovere yang berarti menggerakkan atau bergerak menjauh. Secara literal nya, emosi diartikan sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, dan nafsu serta setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap.
Bagaimana dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia? kata emosi dalam KBBI merupakan keadaan dan reaksi psikologis, fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan).
Salah seorang psikolog asal Amerika yaitu Paul Ekman mengungkapkan bahwa pada dasarnya manusia itu memiliki 6 jenis emosi dasar yaitu marah, senang/bahagia, sedih, takut, terkejut, serta jijik. Ternyata emosi dalam diri kita banyak juga ya.
Hal ini yang menjadikan kita akan lebih sering merasakan emosi dan paling berpengaruh pada bagaimana diri kita memberikan sebuah respon serta tindakan saat berinteraksi dengan orang lain. Karena itulah setiap orang sangat perlu untuk mengenali dari masing-masing emosi tersebut.
Jika kamu ingin tahu, bagaimana emosi dalam dirimu bisa mengendalikan sikapmu saat berhubungan sosial dan melakukan aktivitas, kamu bisa melakukan psikotes kepribadian loh. Penasaran? Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui informasinya lebih lanjut.
Pada artikel part 1 ini, kita akan berfokus pada tiga emosi dasar yang seringkali dirasakan oleh manusia. Apa saja sih? Emosi tersebut ialah perasaan Marah, Senang/Bahagia, dan Sedih.
-
Marah
Siapa yang sering merasa kesal dengan orang lain? Ternyata perasaan kesal itu datangnya dari emosi marah loh.
Marah merupakan sebuah emosi yang secara fisik akan memberi perubahan pada tubuh seseorang yaitu dengan peningkatan denyut jantung, tekanan darah, hingga tingkat adrenalin dan non-adrenalin.
Ahli psikologi modern memandang kemarahan sebagai suatu emosi primer, alami, dan matang yang dialami oleh semua manusia pada suatu waktu dan merupakan sesuatu yang memiliki nilai fungsional untuk kelangsungan hidup.
Orang yang mengalami marah biasanya memiliki ciri-cirinya tersendiri dan yang paling terlihat adalah perubahan pada wajah yang memperlihatkan gerakan-gerakan yang tak terkendali dari dalam diri yaitu mata melotot, gigi bergemelatuk, dan hidung kembang kempis.
-
Senang/Bahagia
Siapa yang merasa senang saat mendapat kejutan ulang tahun? Semua orang tentu akan merasakannya bukan?
Perasaan senang menurut Santrock yaitu “happiness is an emotion we all seek” yang berarti kebahagiaan merupakan emosi yang kita semua cari, yang dijelaskan mengenai salah satu bentuk emosi dambaan manusia. Selain itu, menurut Davidoff yaitu “we define happiness as overall satisfaction with life” yang berarti manusia mendefinisikan kebahagiaan sebagai kepuasan keseluruhan dengan kehidupan.
Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kebahagiaan yaitu faktor internal yang bisa didapatkan dari kebutuhan spiritual serta pencapaian pribadi, dan faktor eksternal yang bisa didapatkan dari tinggal dengan keluarga yang penuh kasih sayang serta lingkungan tempat tinggal sekitar yang tentram dan harmonis.
Salah satu karakteristik orang yang memiliki kebahagiaan dalam hidupnya yaitu dapat menghargai diri sendiri. Kenapa? Karena orang yang bahagia cenderung menyetujui dengan pernyataan yang diperuntukkan untuk dirinya seperti “Saya adalah orang yang menyenangkan”. Jadi, pada umumnya orang yang bahagia itu ialah orang yang memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi.
-
Sedih
Siapa yang pernah berpikir kalau perasaan sedih itu sangat sulit untuk dihindari? Terlebih setiap kali kita sedih, tubuh kita pasti akan selalu merasa cepat lelah.
Sedih merupakan salah satu jenis emosi dasar yang biasa dialami oleh individu ketika menghadapi pengalaman afektif sebagai respon terhadap peristiwa yang dianggap merugikan, menyakitkan, dan tidak memuaskan. Kesedihan menurut Krech ialah sebuah perasaan yang berkaitan dengan adanya rasa kehilangan sesuatu yang sangat penting, berarti, dan bernilai.
Ekspresi kesedihan yang dapat mudah dikenali yaitu terlihat dari wajah dengan mata yang mengeluarkan air mata hingga kesulitan untuk mengucapkan kata-kata ketika berbicara. Ketika seseorang sedang merasa sedih, sikap dalam dirinya akan berubah menjadi seseorang yang pendiam dan seringkali menyendiri.
Perasaan sedih dapat dikategorikan sebagai emosi negatif, karena saat kita merasakannya secara berlarut-larut akan berdampak besar pada kesehatan mental berupa gangguan depresi yang secara tidak langsung dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dalam melakukan aktivitas seperti mudah putus asa.
Selain tiga emosi yang sangat familiar dalam keseharian kita, tanpa kita sadari masih ada tiga emosi lainnya yang juga berpengaruh pada perilaku kita terutama saat berinteraksi dengan orang lain serta memberikan respon sesuai situasi-kondisi yang sedang terjadi di sekitar kita. Penasaran? Simak pembahasan lebih lanjut mengenai emosi dasar manusia ini di part 2.
Dari ketiga emosi ini, bisa kamu ketahui dengan melakukan psikotes kepribadian yang bertemakan self-love agar kamu dapat lebih memahami dirimu sendiri. Atau kamu juga bisa melakukan tes depresi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gangguan depresi sebagai salah satu dampak dari emosi sedih loh.
Dengan mengikuti psikotes juga dapat dipastikan kamu akan langsung mengetahui cara mengendalikan emosi tersebut dengan baik terutama pada aspek hubungan sosial. Kenapa? Karena setelah mengerjakan tes, kamu akan segera mendapatkan laporan tertulis melalui email dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan pastinya tidak akan lama. Tertarik?
Jangan menunda waktu lagi, satu langkahmu untuk melakukan psikotes akan membuka kesadaran diri yang lebih besar dan memandumu untuk hidup lebih baik. Kamu bisa mendapatkan layanan psikotes ini dengan langsung saja menghubungi kami dan segera melakukan pendaftaran di website kami https://berbinar.in/psikotest
Bagaimana cara mendaftarnya?
-
Mengisi formulir pendaftaran melalui https://bit.ly/PsikotestBerbinar
-
Menunggu informasi selanjutnya dari tim berbinar
-
Melakukan pembayaran ke rekening bank yang tertera
-
Melaksanakan psikotes sesuai ketentuan
-
Menunggu hasil psikotes dikirimkan
Sangat mudah bukan? Segera daftarkan dirimu ya!
Sumber Referensi:
Goleman, Daniel. (2000). “Emotional Intelligence: Kecerdasan Emosional.” Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ekman, Paul. “Universal Emotions.” dalam https://www.paulekman.com/universal-emotions/ yang diakses pada 24 Maret 2025, pukul 11:45 WIB.
Hude, M. Darwis. (2006). “Emosi: Penjelajahan Religio Psikologis.” Jakarta: Erlangga.
Daniel, Abraham. (2022). “Mekanisme Emosi - Pelajari dan Kuasai Cara Kerja Emosi Anda.” Penerbit Al Khawarizmi.
Belum ada komentar.