Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas seputar tiga emosi yang seringkali dirasakan sehari-hari.
Kali ini, kita akan membahas tiga emosi lainnya yang tidak kalah penting untuk diketahui kehadirannya yaitu takut, terkejut, dan jijik. Pastinya kalian pernah merasakan ketiga emosi ini kan?
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai ketiga emosi ini, kita akan berkenalan singkat terlebih dahulu, berdasarkan reaksi yang muncul setiap kali merasakan tiga emosi tersebut.
Siapa yang sering bilang “Film horor itu seru!”, tapi setiap malam nya suka merasa tidak tenang? Ternyata perasaan itu termasuk dalam emosi takut loh.
Kenapa? Karena biasanya emosi takut akan terlihat dari reaksi setelah menonton film horor yang bagi sebagian orang akan tetap merasa terbawa suasana terkait hal-hal ghaib di sekitarnya.
Selain itu, ada juga emosi terkejut yang akan terlihat dari reaksi seseorang saat mendapatkan pengumuman diterima di ptn impian. Biasanya seseorang yang merasa terkejut, dirinya secara spontan akan berteriak senang.
Serta pada emosi jijik akan mudah didapatkan ketika sedang membuang sampah yang sudah hampir penuh. Biasanya seseorang yang merasa jijik, dirinya pasti akan merasa tidak nyaman dengan visual yang terlihat dan aroma yang tercium dari sampah tersebut.
Setelah penjelasan singkat diatas, mari kita bahas lebih lanjut mengenai tiga emosi takut, terkejut, dan jijik. Tapi sebelum itu, tahukah kamu kalau sebenarnya kita bisa menangani emosi tersebut agar dapat lebih terkendali, loh. Bagaimana caranya? Simak artikelnya sampai habis ya.
-
Takut
Ketakutan atau dalam bahasa jawa “wedi” adalah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman. Beberapa ahli psikologi telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu emosi dasar, selain marah, bahagia, dan sedih. Takut menjadi salah satu jenis emosi manusia yang paling dasar dan kuat.
Kondisi pada emosi takut tentu berbeda dengan perasaan gelisah yang pada umumnya terjadi tanpa ada ancaman eksternal. Ketakutan akan dikaitkan dengan suatu perilaku spesifik untuk melarikan diri dan menghindar.
Menurut Paul Ekman, perasaan takut adalah emosi yang berperan penting agar bisa sukses bertahan hidup. Emosi takut seperti sebuah alarm yang berbunyi keras ketika berhadapan dengan bahaya sebagai penanda untuk lebih ekstra berhati-hati dan dapat terlepas dari bahaya yang mengancam.
Saat seseorang merasakan emosi takut, dirinya akan menjadi lebih tegang dengan detak jantung dan napas yang meningkat serta reflek tubuh yang menjadi lebih waspada dan memaksa untuk lari menghindar dari bahaya ataupun melawannya.
-
Terkejut
Kaget atau terkejut merupakan bentuk dari emosi yang tidak direncanakan dan muncul secara tiba-tiba. Perasaan terkejut merupakan salah satu emosi yang terjadi pada manusia dengan waktu paling singkat yaitu berlangsung hanya dalam beberapa detik saja. Biasanya, setelah merasakan emosi ini akan berlanjut pada tiga emosi sebelumnya yaitu senang, marah, hingga sedih.
Emosi terkejut sering ditandai dengan karakteristik seperti pada ekspresi wajah yang mengangkat alis, melebarkan mata, dan membuka mulut. Selain itu, terdapat reaksi fisik seperti melompat dan reaksi verbal seperti berteriak, menjerit, atau mulut termegap-megap.
Emosi terkejut bisa bersifat positif atau juga negatif bergantung dengan penyebab dari kejutan tersebut, jika mendapat kejutan yang menyenangkan akan bisa menimbulkan kebahagiaan. Namun, jika yang terjadi justru sebaliknya, hal itu dapat menyebabkan respons trauma seperti kecemasan, depresi, ketakutan, dan juga ketegangan otot.
Dalam hal itu, terkejut memiliki variasi tingkatan emosi yang dialami mulai dari ringan sampai ekstrem tergantung pada peristiwa yang terjadi. Seseorang yang merasa terkejut mungkin akan bisa mengalami kenaikan hormon adrenalin untuk memutuskan perlawanan atau melarikan diri.
-
Jijik
Emosi jijik adalah perasaan seseorang yang dapat bersumber dari banyak hal, termasuk rasa, pemandangan, atau bau yang tidak menyenangkan. Selain itu, seseorang juga dapat mengalami kejijikan moral saat melihat individu lain dalam berperilaku yang dianggap tidak menyenangkan, tidak bermoral, atau jahat.
Perasaan jijik dapat ditunjukan dalam beberapa cara seperti seseorang yang berpaling dari objek jijik, memberikan reaksi fisik seperti merasa mual atau bahkan muntah, serta ekspresi wajah yang mengerutkan hidung dan bibir atas.
Biasanya emosi jijik dapat mempengaruhi keputusan dan tindakan seseorang, seperti akan menghindari makanan tertentu yang tidak disukainya walaupun bagi sebagian orang makanan tersebut masih aman untuk dikonsumsi. Perasaan jijik tersebut bisa membantu pencegahan konsumsi bahan makanan yang menyebabkan penyakit keracunan ataupun infeksi.
Namun, perasaan jijik juga dapat berbahaya pada seseorang yang menghindari kelompok orang tertentu yang dianggap menjijikan secara fisik atau moral, hal itu dapat menjadi kekuatan pendorong bagi seseorang dalam merendahkan orang lain.
Jika kamu merasa kesulitan dalam menangani ketiga emosi yang terkadang secara berlebihan merespon situasi yang terjadi di kehidupan sehari-hari, kamu bisa bertanya langsung pada psikolog loh. Tetapi saat kamu mengetahui kalau rata-rata harga psikolog mahal, kamu pasti langsung bingung harus menanyakannya dengan siapa?
Tidak perlu khawatir, kamu bisa dapatkan kesempatan bertanya secara langsung bersama psikolog melalui online dengan hanya bergabung dalam Live Streaming di media sosial tanpa dikenakan biaya alias gratis.
Adapun salah satu kelas online yang diselenggarakan secara live tersebut bernama BERARTY atau Berbinar Hears To You. Kamu dapat mengakses kelas ini melalui aplikasi Instagram dan TikTok sesuai jadwal yang telah ditentukan, serta kamu juga bisa mendengarkan siaran ulang nya dengan aplikasi Spotify dan YouTube untuk lebih memahami jawaban dari pertanyaan yang sudah kamu ajukan.
Jangan sampai ketinggalan update episode terbaru dari kelas tersebut dengan kamu bisa mengikuti media sosial kami https://www.instagram.com/berbinar.in/ & https://www.tiktok.com/@berbinar.in serta pastikan untuk selalu mengaktifkan notifikasi nya, ya. Selain itu, untuk informasi lebih lengkap mengenai BERARTY ini, kamu juga bisa langsung kunjungi website kami di https://berbinar.in/class
Sumber Referensi:
Sari, Irma Ratna. (2019). “The Master Book Of Mindreading.” Penerbit Anak Hebat Indonesia.
Hadi P., Deni Bekti. (2022). “Avatar Of The Emotions.” Bandung: Mizan Publishing.
Prawesti, Restu Anggi. (2024). “Alexithymia.” Penerbit Guepedia.
Ekman, Paul. “Universal Emotions: Surprise, Fear, Disgust.” dalam https://www.paulekman.com/universal-emotions/ yang diakses pada 26 April 2025, Pukul 11:05 WIB.
Belum ada komentar.